
Kursi Besi Suryamart Tempat Terbaik untuk Merenungi Hidup
Penulis: Abdul Ghoni Mahmudi || Orang yang Masih Percaya Kalau Rezeki Itu Bukan Hanya Uang
Beberapa waktu lalu saya duduk di kursi besi depan Suryamart sambil menikmati tiap seruput kopi Golda. Di sela-sela keheningan kecil itu, saya membaca sebuah tulisan di kolom media cetak. Ada satu kalimat yang membuat saya tertegun: “Akhirnya saya sadar, setiap orang di dunia ini sedang berjuang dengan persoalannya masing-masing.”
Saya tak pernah membayangkan bahwa di luar sana ada orang yang mengalami hal serupa dengan saya. Saat pikiran kusut, saya sering datang ke depan Suryamart untuk menenangkan diri. Cukup membeli kopi Golda dan beberapa camilan, lalu duduk beberapa menit di bangku besinya hingga hati terasa sedikit lebih ringan.
Pemandangan dari Bangku Suryamart
Bangku-bangku besi ini biasanya tersedia di gerai Suryamart yang cukup besar, terutama yang berada di tepi jalan utama. Gerai seperti itu cenderung ramai karena kendaraan tak pernah berhenti melintas. Justru keramaian ini yang sering menjadi objek pengamatan menarik dari bangku tersebut.
Cobalah duduk sejenak di sana. Saya yakin kalian akan melihat berbagai adegan kehidupan berlalu begitu saja, mulai dari yang sepele hingga yang sarat makna. Tidak sedikit dari pemandangan itu yang mengingatkan saya pada kalimat yang saya baca tadi: setiap manusia sedang memikul beban dan perjuangannya masing-masing.
Bukan berarti saya membandingkan hidup saya dengan mereka yang mungkin kurang beruntung. Namun, momen singkat di kursi itu selalu membuat saya kembali tersadar bahwa tidak ada hidup yang benar-benar mulus. Kesadaran itulah yang kerap menolong saya untuk bangkit kembali.
Kantong Aman, Mental Pun Ikut Tenang
Keuntungan lain dari “ritual” kecil ini adalah biayanya yang sangat ramah kantong. Kalian cukup membeli minuman atau makanan dari dalam toko, tinggal pilih mana yang sesuai selera dan budget. Jika bosan dengan camilan ringan, biasanya ada pedagang UMKM di depan Suryamart yang menyediakan makanan berat lengkap.
Benar sekali kalimat yang saya baca di media cetak itu: duduk sebentar di depan Suryamart bisa menjadi alternatif healing murah meriah untuk menjaga kesehatan mental. Apalagi, biaya konsultasi ke psikolog tidak selalu terjangkau bagi banyak orang, termasuk saya.
Tentu saya tidak bermaksud melarang siapa pun untuk ke psikolog. Tulisan ini hanya ditujukan untuk kalian yang sesekali perlu melepaskan beban pikiran yang menumpuk. Namun, jika setelah mencoba menenangkan diri tetap merasa buntu, saya sangat menyarankan untuk mencari bantuan profesional, entah itu psikolog atau mendatangi kajian-kajian Muhammadiyah yang terkenal mencerahkan itu. Pada titik tertentu saat masalah sudah berat, sekadar duduk di depan Suryamart atau pergi healing sejauh apa pun tidak lagi cukup membantu.



