
Dua Santri TPA Ibadurrahman Raih Nilai Terbaik di Wisuda Santri Muhammadiyah 2025
Liputan Miftahul Rahman, Kontributor Media Center Muhammadiyah Ponorogo
Sebanyak 20 santri TPA Ibadurrahman Somoroto turut ambil bagian dalam Wisuda Santri Muhammadiyah 2025 yang digelar oleh Forum Pendidikan Qur’an Muhammadiyah (FPQM) Kabupaten Ponorogo, Ahad (9/11/25), di Sport Hall SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo).
Kegiatan yang diadakan dua tahun sekali ini menjadi ajang apresiasi bagi para santri PAUDQU, TKA, TPA, dan TQA Muhammadiyah se-Kabupaten Ponorogo. Tahun ini, wisuda juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah ke-113, yang berlangsung khidmat dan penuh haru.
Kebahagiaan sekaligus kebanggaan dirasakan oleh keluarga besar TPA Ibadurrahman Somoroto, karena dua santri mereka berhasil meraih prestasi membanggakan sebagai peraih nilai terbaik tingkat kabupaten:
Jenjang TPA: Dea Malika Ilma (nilai 92,75 – Mumtaz)
Jenjang TQA: Pradnya Nakhla Anindita (nilai 95,5 – Mumtaz)
Prestasi tersebut menjadi hasil dari proses panjang pembelajaran dan ketekunan para santri. Sebelum dinyatakan lulus dan berhak mengikuti wisuda, mereka harus melewati serangkaian ujian yang ketat, meliputi kemampuan membaca Al-Qur’an dan jilid, hafalan ayat pilihan serta surat dalam juz 30, hafalan mahfudzot, doa-doa harian, dan hadis-hadis sahih.
Tak hanya itu, mereka juga diuji dalam praktik wudu dan salat sesuai tuntunan Majelis Tarjih Muhammadiyah, serta kemampuan khat dan imla’ yang menilai ketepatan serta keindahan tulisan Arab.
Kepala TPA Ibadurrahman Somoroto, Wiwik Nuryanti, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para santri.
“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan belajar, serta doa dan dukungan orang tua. Mereka bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan kecintaan dan akhlak Qur’ani dalam keseharian,” ujarnya.
Dia berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi santri lain untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama.
“Semoga mereka istiqamah dalam menjaga hafalan, mengamalkan ajaran Islam, dan menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia serta membawa kemaslahatan bagi umat,” imbuhnya.
Melalui kegiatan wisuda ini, FPQM Ponorogo menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan budaya cinta Al-Qur’an di kalangan anak-anak Muhammadiyah. Wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan wujud penghargaan atas perjuangan spiritual dan intelektual para santri dalam menempuh jalan ilmu dan iman.



