Bangun Generasi Muda Sadar Hukum, PDPM Ponorogo Gelar Seminar Ini
Mubaligh Hijrah MBS Jetis Tersebar di Dua Lokasi Ini

Dokumentasi Peserta Mubaligh Hijrah Putra MBS Jetis di Kampung Mualaf Slahung.
Liputan Alfian, Kontributor Media Center Muhammadiyah Ponorogo
Sebanyak 27 santri baik putra dan putri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jetis Ponorogo melakukan Mubaligh Hijrah ke dua lokasi berbeda, Ahad (2/3)25).
Dua lokasi tersebut yakni Desa Tugurejo Slahung Ponorogo atau yang sering disebut Kampung Mualaf untuk santri putra dan Desa Gading Tugu Trenggalek untuk putri.
Pimpinan MBS Jetis Drs Nursalim mengatakan ini merupakan tahun ke dua pelaksanaan Mubaligh Hijrah. Pengiriman santri dalam program ini merupakan bentuk pengamalan ilmu yang sudah didapatkan selama belajar di pondok pesantren dengan mendampingi masyarakat guna memakmurkan ramadhan 1446 Hijriah.
“Mereka mengemban amanah ini selama lima hari dengan tugas membina spiritual serta mengajak warga setempat untuk menghidupkan bulan ramadan dengan amal ibadah,” ujarnya.
Beberapa agenda Mubaligh Hijrah yakni bimbingan shalat, membaca Al-Qur’an dan penyerahan 50 paket sembako kepada para jama’ah serta pelatihan keterampilan anyaman untuk membangun ekonomi masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Purnomo yang juga merupakan salah satu Pimpinan MBS Jetis. Dia menyebut kegiatan yang berlangsung lima hari tersebut memberi kesan mendalam bagi para santri dan warga masyarakat.

“Para santri menangis haru saat kegiatan ditutup, hal ini menandakan manfaat dan kesan yang didapat luar biasa,” ungkapnya.
Beberapa warga juga memberikan tali asih terbaik hasil bumi yang dimilikinya untuk para santri Mubaligh Hijrah seperti degan, pisang, dan ubi. Mereka berharap ukhuwah yang sudah terjalin selama ini terus berkelanjutan di masa mendatang.